Pemerintah Gagal Atasi Kemiskinan



Badan Pusat Statistik (BPS) pada tanggal 2 Januari 2013 telah melansir data terbaru tentang jumlah penduduk miskin Indonesia yang hanya turun 0,3% atau sebesar 540 ribu orang dalam periode Maret-September 2012. Padahal pada tahun 2012 lalu, pemerintah telah menargetkan penurunan jumlah penduduk miskin pada angka 10,5-11,55%. Dengan demikian, sampai saat ini jumlah penduduk miskin di Indonesia masih mencapai 28,59juta atau sekitar 11,66% dari jumlah penduduk.

Angka ini menggambarkan kegagalan pemerintah dalam mengimplementasikan strategi dan program pengentasan kemiskinan yang sebelumnya telah ditetapkan menjadi tema dan fokus pembangunan tahun 2012 lalu.  Padahal, trilunan rupiah anggaran pembangunan telah digelontorkan melalui Kementerian terkait dan transfer daerah untuk menstimulasi upaya penanganan kemiskinan. Anggaran pengentasan kemiskinan mengalami peningkatan pesat dari hanya Rp 18 Triliuan pada tahun 2000 menjadi Rp 99,2 triliuan pada tahun 2012. Kegagalan ini disebabkan karena perencanaan dan pilihan progam yang tidak tepat, implementasi yang sangat lemah, kurangnya keterlibatan pihak swasta serta besarnya alokasi anggaran kemiskinan untuk kepentingan birokrasi.

Pada tahun 2013 ini, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan program pengentasan kemiskinan agar dapat mencapai hasil yang optimal. Evaluasi merupakan hal yang mutlak dilakukan dengan lebih berani  menempuh pilihan terobosan kebijakan untuk merubah segala sesuatu yang menghambat upaya pengentasan kemiskinan. Seperti kita ketahui bersama, bahwa salah satu hambatan selama ini berasal dari internal birokrasi sendiri sehingga memerlukan treatment khusus agar birokrasi kita dapat berubah. Secara lokus lokasi, pemerintah harus lebih memperhatikan wilayah pedesaan sebab disana masih ada 18,08 juta orang penduduk dengan kategori miskin.Program ekonomi yang sifatnya padat karya dan menyerap tenaga kerja lebih banyak harus mendapat prioritas untuk dilaksanakan.

la_abdi56@yahoo.com


Leave a Reply

Related Artikel