Category Archives: Headline News

Lokasi pemburuan hiu

Tidak salah jika Indonesia merupakan pusat biodiversity dunia. Hal ini salah satunya bisa dibuktikan dengan tingginya keanekaragaman jenis ikan hiu dan pari yang ditemukan di periaran Indonesia. Dari 500 jenis hiu dan pari di dunia, 221 jenis ditemukan di perairan Indonesia. Dari 221 jenis tersebut terdiri dari 117 jenis ikan hiu, 3 jenis ikan hiu hantu, dan 101 jenis ikan pari. Namun demikian, ancaman atas biodiversitas dan kelimpahan ini makin nyata karena tingginya eksploitasi dan penangkapan hiu dan pari. Salah satu perairan yang merupakan lokasi favorit penangkapan dan eksploitasi ikan hiu dan pari di Indonesia adalah laut Arafura. Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan mengatakan dalam kurun waktu 2018-2020 produksi sirip hiu kering yang tercatat oleh otoritas setempat di Aru adalah sebanyak 56 ton. “Setiap tahun rata-rata laut Aru menghasilkan 18,6 ton sirip hiu kering dengan berbagai ukuran kecil sampai besar dengan nilai Rp 11,3 miliar”…

Read more

sampah laut

Proyek Percontohan Pelabuhan Perikanan Bersih Memikirkan Kembali Sampah Plastik sebagai Ekonomi Sirkular Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia pada hari senin 16 Agustus 2021 di Kantor UPT PPP Tegalsari melaksanakan kegiatan pertemuan koordinasi sekaligus memaparkan hasil kajian penilaian cepat status dan kondisi pengelolaan sampah di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari. Kegiatan ini merupakan rangkaian proses dari pelaksanaan Proyek Percontohan Pelabuhan Perikanan Bersih yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik sebagai pencemaran laut berbasis kawasan pelabuhan perikanan. Proyek percontohan ini didanai oleh Uni Eropa dan Kementerian Federal Jerman untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) sebagai bagian dari proyek The Rethinking Plastics – Circular Economy Solutions to Marine Litter. Fendiawan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap DFW Indonesia yang mengusulkan proyek percontohan Pelabuhan Perikanan Bersih dilaksanakan di PPP Tegalsari Kota Tegal. Diharapkan proyek percontohan ini dapat mengatasi permasalahan pengelolaan sampah khususnya sampah plastik serta mengoptimalkan tata kelola…

Read more

Indonesian Fishing Vessel

The Bitung Fishers submitted complaints to Destructive Fishing Watch (DFW) on behalf of 13 Indonesian fishing vessel crew members who had been detained in Somalia for eight months. Worse, one crew member died, and another crew member has gone missing. The crews had previously worked on other Chinese-flagged fishing vessels that were associated with the Liao Dong Yu corporate entity, with a one-year contract from December 2019 to December 2020. However, the hiring agent in Indonesia and the fishing business where the crew members worked in China failed to offer assurance regarding the status of the expired contract, resulting in the stranding of the 13 crew members of the fishing vessels in Somalia. The abdication of Indonesian fishing vessel crews in Somalia has been disclosed to the Indonesian government through the Ministry of Foreign Affairs, the Ministry of Manpower, and the Ministry of Transportation since June 29, 2021, as according…

Read more

Implementasi RPOA IUU

Implementasi Regional Plan of Action to Combatting Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (RPOA IUUF) sejauh ini belum berhasil memerangi dan menurunkan praktik IUUF di perairan yang menjadi fokus kerjasama. Padahal komitmen 11 negara yang telah dibangun sejak tahun 2007 diharapkan menjadi role model internasional tentang bagaimana negara-negara kawasan yang terhubung dan memiliki perairan strategis dapat menjaga lautnya dari kejahatan transnasional yang makin meningkat. Ketidak efektifan tersebut dapat dilihaat dari masih maraknya praktik IIUF yang dilakukan oleh kapal bendera negara yang terlibat dalam RPOA tersebut. Peneliti Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Nilmawati mengungkapkan bahwa sejauh ini terdapat sejumlah keterbatasan dalam implementasi RPOA IUUF. “Komitmen negara anggota tidak sama dan berbeda yang bisa dilihat dari kegiatan MCS yang rutin dan merata dilakukan pada 3 sub regional yaitu sub regional Teluk Thailand, Arafura dan Laut Timor, dan Southern and Eastern area termasuk Laut China Selatan dan Laut Sulawesi” kata Nilmawati. Padahal kegiatan IUUF…

Read more

Penyu di Sero

Seorang nelayan desa Wabula, kabupaten Buton bernama La Jumu melepas seekor penyu yang terperangkap di sero miliknya. Hal tersebut terjadi pada hari minggu, 1 Agustus 2021. Kejadian terperangkapnya penyu di sero milik masyarakat Wabula sudah sering terjadi. Nelayan dan penduduk setempat secara sukarela melepas penyu dengan mengorbankan dan memotong jaring sero. Sero adalah alat penangkap ikan yang bersifat statis dan dipasang ke arah laut. La Jumu mengungkapkan penggunaan sero oleh nelayan Wabula sudah berlangsung lama. “Kami memasang sero sebagai perangkap ikan jenis kakap, baronang dan ikan pogo. Penyu sering terperangkap karena mungkin lewat atau menjadi lokasi bermain” kata La Jumu Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan mengatakan laut Wabula merupakan ekosistim terumbu karang, lamun dan mangrove yang tipis. “Berdasarkan analisis citra yang kami lakukan, diperkirakan luas terumbu karang di Wabula mencapai 500 ha yang memanjang dari Wasampela-Wasuemba” kata Abdi. Identifikasi awal yang dilakukan pihaknya, menemukan penyu…

Read more

membangun sistem pelindungan

Baru-baru ini Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat merilis Laporan Perdagangan Orang (TIP report) tahun 2021 yang menempatkan Indonesia pada tier 2. Posisi ini tidak berubah dari laporan tahun lalu. Yang berbeda adalah laporan tahun ini cukup banyak memuat informasi dan narasi tentang kasus Awak Kapal Perikanan Indonesia migran yang menjadi korban kerja paksa dan perdagangan orang di kapal ikan Tiongkok. Laporan tersebut, sejalan dengan laporan Fishers Center yang menyebutkan sepanjang tahun 2020, terdapat 40 laporan pengaduan yang dilakukan AKP kepada Fishers Center dan 64,32% merupakan kasus AKP Indonesia yang bekerja di kapal ikan luar negeri. Banyaknya kasus AKP migran Indonesia menunjukan masih lemahnya perlindungan yang mereka dapat. Perlindungan tersebut berawal dari keterbatasan informasi, sistim rekruitmen awal sebelum bekerja, pada saat bekerja, bahkan setelah mereka selesai bekerja. Field fasilitator DFW Indonesia untuk proyek SAFE Seas, Januar Triadi mengatakan bahwa awak kapal perikanan merupakan pekerjaan rentan dan beresiko tinggi. “Mereka rentan tereksploitasi…

Read more

nelayan pelintas batas

Otoritas pengawasan laut Indonesia perlu meningkatkan pengawasan di perairan perbatasan antara Indonesia dengan Papua Nugini. Hal ini untuk mencegah terjadinya praktik illegal fishing oleh nelayan dan kapal ikan asal Indonesia yang melakukan penangkapan ikan di perairan yang menjadi wilayah PNG. Armada perikanan asal Merauke, Papua, cukup sering beroperasi di daerah perbatasan PNG-wilayah sungai Torasi Indonesia. Perairan PNG menjadi fishing ground favorit mereka dengan target komoditas gelembung ikan. Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan mengatakan bahwa dalam kurun waktu Mei 2020-April 2021 terdapat 26 nelayan dan ABK asal Indonesia yang tertangkap oleh otoritas pengawasan perairan PNG. “Selama kurun waktu satu tahun, terdapat 5 kapal ikan Indonesia yang tertangkap di laut PNG dengan total jumlah ABK 26 orang” kata Abdi. Mereka diadili dan mendapat hukuman kurungan badan antara 5-12 bulan. Mayoritas mereka sudah pulang ke Indonesia karena telah menyelesaikan masa tahanan dan sebagian sedang menjalani hukuman. Pihaknya mengapresiasi…

Read more

bitung fishing

Bitung City in North Sulawesi is one of Indonesia’s tuna fishing industry hubs. At the Bitung oceanic fishing port and the surrounding buffer ports, there are currently 1,074 fishing vessels ranging in size from 1-200 Gross Tons engaged in fishing and unloading operations. In supporting the operations of these fishing vessels, currently there are 8,000 fishing vessel crew working in the city of Bitung. There are also fishing vessel crew from Bitung who work in places other than the region, such as Muara Baru Jakarta, Benoa, Bali, and Dobo, Aru Islands, Maluku, and those who work abroad as migrant fishing vessel crew, particularly in Taiwan. Meanwhile, on the downstream side, Bitung City currently has 22 large and medium-sized fish processing companies or industries in operation. The processing industry produces frozen products, fresh tuna, wood fish, and canned fish. Based on the portrait and conditions described above, it is undeniable that…

Read more

indonesian migrant

The Indonesian government needs to take concrete steps to increase protection for Indonesian migrant fishing vessel crews who work on fishing vessels abroad. The existence of Law No. 18/2017 concerning the Protection of Indonesian Migrant Workers has not been effective in protecting fishing boat crews. In addition, the central government has not involved the provincial, district/city and village governments to protect migrant ship crews. According to the findings of an investigation conducted by DFW Indonesia, 35 crew members of migrant fishing vessels died between November 2019 and March 2021. The National Coordinator of Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan, said that this fact strengthens the notion that fishing vessel crew are extremely vulnerable to risk and exploitation. “According to the findings of our investigation, 35 migrant Indonesian fishing boat crews died on foreign fishing vessels between November 2019 and March 2021,” said Abdi. They died from a variety…

Read more

3 Workers

Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, through the Bitung Fishers Center, received complaints from 3 Indonesian crew members who were stranded in Somalia for six months. They previously worked on a Chinese-flagged fishing boat called Luqing Yuan Yu 211 with a one-year contract, December 2019-December 2020. However, after the contract period ended, the recruiting company in Indonesia and the fishing company where they worked in China did not know the contract status. Currently, three crew members of the fishing boat are stranded on an island in Somalia. read more : Seafood Working Group Indonesia’s National Coordinator of Destructive Fishing Watch (DFW), Moh Abdi Suhufan, said that the abandonment of Indonesian fishing vessel crews in Somalia by Chinese fishing vessels showed that there had not been any improvement in the management of fishery crews in Indonesia’s cooperation with China. “They are victims of poor governance of Indonesian migrant fishing boat crews and…

Read more

10/43

Stay Connect with Us