Tag Archives: IUUF

arafura sea

Renowned as Fisheries Management Area (FMA) 718, the fishing activities in the Arafura Sea are constantly rising. Approximately 2.6 million tons of fish resources, with an allowed catch of 2.1 million tons, will be harvested in the area in the future, as according data from the Ministry of Marine Affairs and Fisheries. The Arafura Sea has approximately 1,732 fishing vessels larger than 30 GT and 21,048 vessels smaller than 30 GT, and fishing operations harvested approximately 267,832 tons of fish in 2020. However, this value is less than the 1.1 million tons per year output target. The capture fisheries in FMA 718, employ around 87,840 fishermen and fishing vessel crews who directly involved in fish capture activities. Sadly, the spike in the proportion of fishery crews involved in Arafura Sea fishing industry has not been supplemented by labor inspection measures. As a direct consequence, the Arafura Sea becomes a major…

Read more

ilegal fihing

Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia membatalkkan rencana patroli bersama dengan otoritas Australia di wilayah perbatasan laut kedua negara. Hal ini akibat tindakan Australia melakukan penenggelaman 3 kapal nelayan Indonesia dan mengusir 13 kapal nelayan Indonesia dari wilayah perairan Australia karena melakukan kegiatan ilegal fishing. Atas respon Indonesia, Destructive Fishing Watch Indonesia menyayangkan sikap yang diambil oleh pemerintah Indonesia. Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan mengatakan bahwa KKP mestinya melihat fakta bahwa masih ada praktik IUUF yang dilakukan oleh nelayan indonesia terutama yang melakukan operasi penangkapan ikan secara ilegal di laut Australia. “Kejahatan IUUF membutuhkan kerjasama antar negara, Indonesia telah mempeloporinya sejak lama sehingga membatalkan patroli bersama adalah upaya kontra produktif” kata Abdi. Dalam membasmi IUUF posisi Indonesia menjadi dilema sebab menjadi korban dan sekaligus pelaku. “Di utara kita menjadi korban dan di selatan kita menjadi pelaku”kata Abdi. baca juga : DFW Gelar workshop pendataan dan pendaftaran…

Read more

Implementasi RPOA IUU

Implementasi Regional Plan of Action to Combatting Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (RPOA IUUF) sejauh ini belum berhasil memerangi dan menurunkan praktik IUUF di perairan yang menjadi fokus kerjasama. Padahal komitmen 11 negara yang telah dibangun sejak tahun 2007 diharapkan menjadi role model internasional tentang bagaimana negara-negara kawasan yang terhubung dan memiliki perairan strategis dapat menjaga lautnya dari kejahatan transnasional yang makin meningkat. Ketidak efektifan tersebut dapat dilihaat dari masih maraknya praktik IIUF yang dilakukan oleh kapal bendera negara yang terlibat dalam RPOA tersebut. Peneliti Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Nilmawati mengungkapkan bahwa sejauh ini terdapat sejumlah keterbatasan dalam implementasi RPOA IUUF. “Komitmen negara anggota tidak sama dan berbeda yang bisa dilihat dari kegiatan MCS yang rutin dan merata dilakukan pada 3 sub regional yaitu sub regional Teluk Thailand, Arafura dan Laut Timor, dan Southern and Eastern area termasuk Laut China Selatan dan Laut Sulawesi” kata Nilmawati. Padahal kegiatan IUUF…

Read more

3/3

Stay Connect with Us