Destructive Fishing Watch Indonesia
Menciptakan Laut yang Berkelanjutan, Memberdayakan Pekerja Perikanan

Peningkatan Kapasitas dan Sertifikasi Okupasi Pekerja Pembekuan Tuna
Industri perikanan Indonesia, khususnya komoditas tuna, memainkan peran strategis dalam perekonomian nasional dan perdagangan global. Selama lima tahun terakhir, ekspor produk perikanan menunjukkan tren peningkatan yang stabil dari USD 4,56 miliar (2021) menjadi USD 6,27 miliar (2025), atau rata-rata sekitar 8,3% per tahun, didorong permintaan pasar internasional dan posisi Indonesia sebagai produsen tuna utama dunia. Benoa, Bali, merupakan sentra pendaratan, pengolahan, distribusi, dan ekspor perikanan tangkap terbesar kedua setelah Muara Baru, Jakarta. Aktivitas ini berkontribusi terhadap penerimaan negara, pertumbuhan ekonomi daerah, dan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar di sektor
Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia merupakan lembaga nasional berbentuk aliansi/konsorsium terbuka yang menghimpun institusi dan individu yang peduli terhadap praktek destructive fishing (DF) atau kegiatan Penangkapan Ikan Tidak Ramah Lingkungan (PITRaL), kemiskinan, adaptasi perubahan iklim dan bencana alam di Indonesia serta hak asasi manusia. Semangat aliansi ini terbangun untuk menghapus praktek DF secara komprehensif dan mempromosikan pola peralatan tangkap yang berdampak pada perikanan yang berkelanjutan dan berprespektif hak asasi manusia.
Layanan Informasi, Edukasi, dan Pengaduan untuk Pekerja Perikanan
National Fishers Center (NFC) Indonesia
Capaian Kami
Pekerjaan kami dapat dilakukan dengan dukungan penuh dari mitra dan para donatur
Terima kasih!
Ikuti Kami
Berita Terbaru
Peningkatan Kapasitas dan Sertifikasi Okupasi Pekerja Pembekuan Tuna
Mitigasi Pelanggaran Awak Kapal Perikanan, Forda Bali Gelar Inspeksi Bersama
Pekerja Pengolahan Tuna di Benoa Mendapatkan Sertifikat Kompetensi Pembekuan Ikan Tuna
Mini-Workshop Validasi Data dan Penguatan Bukti Kajian JHUB tentang Dampak Ekologis dan Sosio-Ekonomi di WPP 718
Gema Trauma dalam Penolakan Kapal Jaring Hela Udang Berkantung (JHUB): Pemantik dari Respons Nelayan Merauke terhadap Pengoperasian Kapal JHUB
Jalan Terjal Demi Gelembung Ikan: Pola dan Risiko Nelayan dan AKP Merauke Pelintas Batas Papua Nugini
Memahami Risiko Kerja AKP di Muara Baru
TANGKAP MENGECAM VONIS RINGAN DAN BANDING PARA TERDAKWA DUGAAN TPPO KM AWINDO 2A



