Pekalongan, 11 Mei 2026 — Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia melalui program Protecting Rural & Ocean-dependent Societies through Participatory Economic Resilience (PROSPER) menyelenggarakan pelatihan peningkatan literasi keuangan rumah tangga dan pengolahan hasil perikanan bagi masyarakat pesisir dan keluarga pekerja migran perikanan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung pada 11–13 Mei 2026 di Hotel Marlin Pekalongan ini diikuti oleh perwakilan masyarakat desa, kelompok peduli sosial, pemerintah desa, serta dinas terkait. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan rumah tangga sekaligus mengembangkan alternatif mata pencaharian berbasis pengolahan hasil perikanan.
Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh berbagai materi pelatihan, mulai dari pengelolaan keuangan rumah tangga, strategi menabung, pencatatan keuangan sederhana, hingga pemanfaatan akses layanan keuangan digital. Para peserta juga berkesempatan untuk mempelajari cara pengolahan produk hasil perikanan seperti abon ikan, nugget ikan, bakso ikan, dan otak-otak ikan.
Project Coordinator PROSPER DFW Indonesia, Beni Sabdo Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga pesisir yang rentan terhadap dampak perubahan iklim dan ketidakpastian pendapatan sektor perikanan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong keluarga pekerja migran perikanan, khususnya perempuan, agar memiliki kemampuan mengelola keuangan rumah tangga dan mengembangkan usaha alternatif yang dapat menopang ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Roufah Ainani S., menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi upaya strategis dalam mendorong penguatan kapasitas masyarakat pesisir, khususnya keluarga pekerja migran perikanan. Hal ini terwujud melalui peningkatan keterampilan teknis, literasi keuangan, serta pengembangan usaha alternatif yang produktif dan berkelanjutan.
Para peserta dilatih oleh Dewi Amaliah Nafiati dan Neni Hendaryati dari Universitas Pancasakti Tegal sebagai trainer profesional literasi keuangan. Mereka menyampaikan bahwa kemampuan mengelola keuangan rumah tangga merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi keluarga pekerja migran perikanan dalam menghadapi ketidakpastian pendapatan serta menjaga stabilitas ekonomi keluarga.
“Literasi keuangan bukan hanya soal menabung, tetapi bagaimana keluarga mampu merencanakan pengeluaran, mengelola risiko keuangan, dan membangun ketahanan ekonomi rumah tangga secara bertahap,” jelasnya.Program PROSPER merupakan inisiatif DFW Indonesia dengan dukungan People’s Courage International (PCI) yang berfokus pada penguatan perlindungan sosial dan pengembangan mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat pesisir terdampak perubahan iklim di Kabupaten Pekalongan.



