FGD Analisis Masalah, Rekomendasi Solusi dan Peran Keterlibatan Stakeholder
FGD Analisis Masalah

Proyek Percontohan Pelabuhan Perikanan Bersih Memikirkan Kembali Sampah Plastik sebagai Ekonomi Sirkular

Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia pada hari Kamis 16 September 2021 bertempat di Hotel Prime Bitz Tegal melaksanakan kegiatan diskusi kelompok terarah  atau FGD analisis masalah, rekomendasi solusi dan peran keterlibatan stakeholder dalam pengelolaan sampah di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari. Kegiatan ini merupakan rangkaian proses dari pelaksanaan Proyek Percontohan Pelabuhan Perikanan Bersih yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik sebagai pencemaran laut berbasis kawasan pelabuhan perikanan. Proyek percontohan ini didanai oleh Uni Eropa dan Kementerian Federal Jerman untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) sebagai bagian dari proyek The Rethinking Plastics – Circular Economy Solutions to Marine Litter.

Ir. Winarti mewakili Kepala Unit Pelaksana Teknis PPP Tegalsari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya menyampaikan bahwa masalah sampah telah memberi citra yang buruk terhadap upaya optimal yang telah dilakukan di UPT PPP Tegalsari dalam memberikan pelayanan jasa di sector perikanan. Di sisi lain, kondisi pelabuhan yang jorok dan kotor akan menyebabkan timbulnya permasalahan baik pencemaran lingkungan khususnya laut dan masalah kesehatan bagi masyarakat ataupun pelaku usaha yang beraktifitas di pelabuhan perikanan. Keterbatasan sarana prasarana dan SDM di PPP tegalsari dalam hal pengelolaan sampah tidak dapat dipungkiri sehingga membutuhkan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak terutama stakeholder yang relevan agar dapat menciptakan kondisi dan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi para pelaku usaha ataupun pengguna jasa kepelabuhanan.

Baca juga : Koordinasi dan Sosialisasi Hasil Kajian Penilaian Status Pengelolaan Sampah di PPP Tegalsari

Sementara itu H. Tambari Gustam sebagai salah-satu pelaku usaha yang pemilik kapal dalam FGD yang berlangsung menyatakan perlunya usaha sosialisasi yang intensif untuk membangun kesadaran para pihak dalam menangani masalah sampah di PPP Tegalsari. Pemilik kapal dapat berperan terutama untuk memastikan para Awak Kapal Perikanan tidak membuang sampah di laut serta membawa kembali sampah perbekalan selama trip penangkapan ikan ke Pelabuhan untuk dapat dilakukan pengolahan dan memberikan mafaat ekonomi bagi mereka. Senanda dengan hal itu, H. Wasto pemilik kapal lainnya mengatakan akan mendukung upaya tersebut. Perlu ada sanksi yang tegas dan pengawasan sehingga tidak ada lagi pembuangan sampah di laut dari aktivitas perikanan. Edukasi secara terus menerus juga perlu diberikan kepada nelayan dan Awak Kapal Perikanan (AKP) sehingga kesadaran akan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut itu dapat terbangun.

Project Coordinator sedang memfasilitasi peserta pertemuan dengan para stakeholder

Sementara Hartono, National Project Coordinator DFW Indonesia menyatakan bahwa jumlah timbulan sampah di kawasan PPP Tegalsari mencapai 2 ton perharinya di musim sepi aktivitas dan estimasinya lebih tinggi pada musim padat aktivitas. Komposisi sampah didominasi oleh sampah organik yang berpotensi untuk dikelola untuk menambah nilai ekonomi. Selain itu terdapat potensi kebocoran sampah plastik ke laut dari aktivitas perikanan tangkap mencapai 11,2 ton per trip dari total 958 armada perikanan tangkap yang terdata. Sampah plastik ini berasal dari perbekalan yang dibutuhkan selama 60 hari dalam satu kali trip.

Baca juga : DFW ingin perluasan program konversi LPG untuk nelayan

Dalam FGD yang berlangsung selain mencoba menganalisa permasalahan serta rekomendasi solusi pengelolaan sampah dari perspektif pemerintah, pelaku usaha serta organisasi masyarakat, ditekankan juga mengenai peran keterlibatan yang dapat dilakukan oleh stakeholder sebagai bentuk komitmen dan kerja bersama dalam menyelesaikan persamalahan pengelolaan sampah di PPP Tegalsari. Penekanan diberikan pada upaya meningkatkan peran dan keterlibatan para pihak dalam kawasan PPP Tegalsari untuk bersama-sama mengoptimalkan pengelolaan sampah. Untuk itu kelembagaan melalui kelompok kerja yang dibentuk serta kerjasama antara otoritas pengelola PPP Tegalsari, pemerintah kota Tegal dan pelaku usaha perikanan menjadi prioritas utama. Guna mengantisipasi kebocoran sampah di laut dari aktivitas perikanan tangkap perlu ada mekanisme yang mengatur sehingga potensi sampah plastik dari perbekalan maupun alat tangkap yang tidak terpakai lagi selama trip penangkapan ikan, tidak dibuang ke laut namun dibawa kembali ke pelabuhan perikanan pangkalan. Selanjutnya sampah plastik dapat dikelola lebih lanjut dalam kawasan pelabuhan agar memberikan manfaat nilai ekonomi bagi nelayan, kelompok masyarakat dan otoritas pengelola pelabuhan itu sendiri.

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email
DFW Indonesia

Gedung TCC BATAVIA TOWER ONE
Lantai 06 Unit 01
JL. KH Mas Mansyur, Kav 126
Jakarta Pusat, 10220
Indonesia
Email : Info@dfw.or.id
Homepage : www.dfw.or.id

Get Started

Stay Connect with Us